• Batara Jiwa Putra

Biologi Dan Karakteristik Tikus



Tikus dan mencit adalah hewan mengerat (rondensia) yang lebih dikenal sebagai hama tanaman pertanian, perusak barang digudang dan hewan penggangu yang menjijikan di perumahan. Belum banyak diketahui dan disadari bahwa kelompok hewan ini juga membawa, menyebarkan dan menularkan berbagai penyakit kepada manusia, ternak dan hewan peliharaan. Rodensia komensal yaitu rodensia yang hidup didekat tempat hidup atau kegiatan manusia ini perlu lebih diperhatikan dalam penularan penyakit. Penyakit yang ditularkan dapat disebabkan oleh infeksi berbagai agen penyakit dari kelompok virus, rickettsia, bakteri, protozoa dan cacing. Penyakit tersebut dapat ditularkan kepada manusia secara langsung oleh ludah, urin dan fesesnya atau melalui gigitan ektoparasitnya (kutu, pinjal, caplak dan tungau).

Tikus dan mencit merupakan masalah rutin di Public area, karena itu pengendaliannya harus dilakukan secara rutin. Hewan mengerat ini menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit, merusak bahan pangan, instalasi medik, instalasi listrik, peralatan kantor seperti kabel-kabel, mesin-mesin komputer, perlengkapan laboratorium, dokumen/file dan lain-lain, serta dapat menimbulkan penyakit. Beberapa penyakit penting yang dapat ditularkan ke manusia antara lain, pes, salmonelosis, leptospirosis, murin typhus.

Ditinjau dari nilai estetika, keberadaan tikus akan menggambarkan lingkungan yang tidak terawat, kotor, kumuh, lembab, kurang pencahayaan serta adanya indikasi penatalaksanaan/manajemen kebersihan lingkungan Public area yang kurang baik.

Mengingat besarnya dampak negatif akibat keberadaan tikus dan mencit di Public area, maka Public area harus terbatas dari hewan ini. Sebagai langkah dalam upaya mencegah kemungkinan timbulnya penyebaran penyakit serta untuk mencegah timbulnya kerugian sosial dan ekonomi yang tidak diharapkan, maka perlu disusun pedoman teknis pengendalian tikus dan mencit di Public area.


Pengenalan terhadap tikus dan mencit serta ektoparasinya sangat penting dalam menentukan cara pengendaliannya.


A. Biologi dan pencirian tikus dan mencit

1. Klasifikasi

Tikus dan mencit termasuk familia Muridae dari kelompok mamalia (hewan menyusui). Para ahli zoologi (ilmu hewan) sepakat untuk menggolongkannya kedalam ordo Rodensia (hewan yang mengerat), subordo Myomorpha,famili Muridae, dan sub famili Murinae. Untuk lebih jelasnya, tikus dapat diklasifikasikan sbb :

Dunia : Animalia

Filum : Chordata

Sub Filum : Vertebrata

Kelas : Mammalia

Subklas : Theria

Ordo : Rodentia

Sub ordo : Myomorpha

Famili : Muridae

Sub famili : Murinae

Genus : Bandicota, Rattus, dan Mus


2. Biologi

Anggota Muridae ini dominan disebagian kawasan didunia. Potensi reproduksi tikus dan mencit sangat tinggi dan ciri yang menarik adalah gigi serinya beradaptasi untuk mengerat (mengerat + menggigit benda-benda yang keras).

Gigi seri ini terdapat pada rahang atas dan bawah, masing-masing sepasang. Gigi seri ini secara tepat akan tumbuh memanjang sehingga merupakan alat potong yang sangat efektif. Tidak mempunyai taring dan graham (premolar). Karakteristik lainnya adalah cara berjalannya dan perilaku hidupnya. Semua rodensia komensal berjalan dengan telapak kakinya. Beberapa jenis Rodensia adalah Rattus norvegicus, Rattus rattus diardi, Mus musculus yang perbandingan bentuk tubuhnya seperti terlihat pada gambar 1. Rattus norvegicus (tikus got) berperilaku menggali lubang ditanah dan hidup dilibang tersebut. Sebaliknya Rattus rattus diardii (tikus rumah) tidak tinggal ditanah tetapi disemak-semak dan atau diatap bangunan. Bantalan telapak kaki jenis tikus ini disesuaikan untuk kekuatan menarik dan memegang yang sangat baik. Hal ini karena pada bantalan telapak kaki terdapat guratan-guratan beralur, sedang pada rodensia penggali bantalan telapak kakinya halus. Mus musculus (mencit) selalu berada di dalam bangunan, sarangnya bisa ditemui di dalam dinding, lapisan atap (eternit), kotak penyimpanan atau laci.


3. Morfologi

Karakteristik morfologi dari R. norvegicus, R. ratus diardii dan M. musculus

R.norvegicus R.rattus diardii M.musculus

Berat 150-600 gram 80-300 gram 10-21 gram

Kepala& Hidung tumpul, badan Hidung runcing, badan Hidung runcing, badan besar,pendek,18-25 cm kecil,16-21 cm badan kecil,6-10 cm


Ekor Lebih pendek dari Lebih panjang dari Sama atau lebih

kepala+badan,bagian atas kepala+badan,warna tua panjang sedikit

lebih tua dan warna muda merata,tidak berambut,19- dari kepala & badan,

pada bagian bawahnya 25 cm tak berambut, 7-11 cm

dengan rambut pendek

kaku 16-21 cm


Telinga Relatif kecil, separoh Besar,tegak,tipis dan tak Tegak,besar untuk

tertutup bulu, jarang lebih berambut, 25-28 mm ukuran binatang

dari 20-23 mm 15mm/kurang


Bulu Bagian punggung abu-abu Abu-abu kecoklatan Satu sub spesies :

kecoklatan, keabu-abuan sampai kehitam-hitaman abu-abu kecoklatan

pada bagian perut dibagian punggung, bagian perut,

bagian perut kemungkinan keabu-abuan, Lainnya

putih atau abu-abu, keabu-abuan bagian

hitam keabu-abuan punggung dan putih

keabu-abuan bagian

perut


4. Reproduksi


Tikus dan mencit mencapai umur dewasa sangat cepat, masa kebuntingannya sangat pendek dan berulang-ulang dengan jumlah anak yang banyak pada setiap kebuntingan.




M A S A Rattus. Norvegicus Rattus rattus Mus. musculus

Umur dewasa 75 hari 68 hari 42 hari


Masa bunting 22 – 24 hari 20 – 22 hari 19 – 21 hari


Rata-rata jumlah

tikus Yang bunting ( 0,7 – 34,8) ( 12,9 – 48,8 ) ( 19,8 – 50,5 )


Jumlah embrio

rata-rata 8,8 6,2 5,8


Per tikus betina ( 7,9 – 9,9 ) ( 3,8 – 7,9 ) ( 3,9 – 7,4 )


Adanya kebuntingan 4,32 5,42 7,67


Produksi/betina/tahun 38,0 33,6 44,5


Jumlah penelitian 15 18 11


5. Kebiasaan dan habitat.

Tikus dikenal sebagai binatang kosmopolitan yaitu menempati hampir di semua habitat. Habitat dan kebiasaan jenis tikus yang dekat hubungnnya dengan manusia adalah sebagai berikut :

  • R. norvegicus

Menggali lubang, berenang dan menyelam, menggigit benda-benda keras seperti kayu bangunan, aluminium dsb. Hidup dalam rumah, toko makanan dan gudang, diluar rumah, gudang bawah tanah, dok dan saluran dalam tanah/riol/got.

  • R. ratus diardii

Sangat pandai memanjat, biasanya disebut sebagai pemanjat yang ulung, menggigit benda-benda yang keras. Hidup dilobang pohon, tanaman yang menjalar. Hidup dalam rumah tergantung pada cuaca.

  • M. musculus

Termasuk rondensia pemanjat, kadang-kadang menggali lobang, menggigit hidup didalam dan diluar rumah.


6. Kemampuan alat indera dan fisik

Rodensia termasuk binatang nokturnal, keluar sarangnya dan aktif pada malam hari untuk mencari makan. Untuk itu diperlukan suatu kemampuan yang khusus agar bebas mencari makanan dan menyelamatkan diri dari predator (pemangsa) pada suasana gelap.

a. Kemampuan Alat Indera

1) Mencium

Rodensia mempunyai daya cium yang tajam, sebelum aktif/keluar sarangnya ia akan mencium-cium dengan menggerakkan kepala kekiri dan kekanan. Mengeluarkan jejak bau selama orientasi sekitar sarangnya sebelum meninggalkannya. Urin dan sekresi genital yang memberikan jejak bau yang selanjutnya akan dideteksi dan diikuti oleh tikus lainnya. Bau penting untuk Rodensia karena dari bau ini dapat membedakan antara tikus sefamili atau tikus asing. Bau juga memberikan tanda akan bahaya yang telah dialami.


2) Menyentuh

Rasa menyentuh sangat berkembang dikalangan rodensia komensal, ini untuk membantu pergerakannya sepanjang jejak dimalam hari. Sentuhan badan dan kibasan ekor akan tetap digunakan selama menjelajah, kontak dengan lantai, dinding dan benda lain yang dekat sangat membantu dalam orientasi dan kewaspadaan binatang ini terhadap ada atau tidaknya rintangan didepannya.


3) Mendengar

Rodensia sangat sensitif terhadap suara yang mendadak. Disamping itu rondesia dapat mendengar suara ultra. Mengirim suara ultrapun dapat.


4) Melihat

Mata tikus khusus untuk melihat pada malam hari, Tikus dapat mendekteksi gerakan pada jarak lebih dari 10 meter dan dapat membedakan antara pola benda yang sederhana dengan obyek yang ukurannya berbeda-beda. Mampu melakukan persepsi/perkiraan pada jarak lebih 1 meter, perkiraan yang tepat ini sebagai usaha untuk meloncat bila diperlukan.


5) Mengecap

Rasa mengecap pada tikus berkembang sangat baik. Tikus dan mencit dapat mendekteksi dan menolak air minum yang mengandung phenylthiocarbamide 3 ppm, pahit. Senyawa racyu.


b. Kemampuan Fisik

1) Menggali

R. norvegicus adalah binatang penggali lubang. Lubang digali untuk tempat perlindungan dan sarangnya. Kemampuan menggali dapat mencapai 2-3 meter tanpa kesulitan.


2) Memanjat

R. komensal adalah pemanjat yang ulung. Tikus atap atau tikus rumah yang bentuk tubuhnya lebih kecil dan langsing lebih beradaptasi untuk memanjat dibandingkan dengan tikus riol/got. Namun demikian kedua spesies tersebut dapat memanjat kayu dan bangunan yang permukaannya kasar. Tikus riol/got dap memanjat pipa baik di dalam maupun di luar.


3) Meloncat dan melompat

R.norvegicus dewasa dapat meloncat 77 cm lebih (vertikal). Dari keadaan berhenti tikus got dapat melompat sejauh 1,2 meter. M. musculus meloncat arah vertikal setinggi 25 cm.


4) Menggerogoti

Tikus menggerogoti bahan bangunan/kayu, lembaran almunium maupun campuran pasir, kapur dan semen yang mutunya rendah.


5) Berenang dan menyelam

Baik R. norvegicus, R. rattus dan M. musculus adalah perenang yang baik. Tikus yang dusebut pertama adalah perenang dan penyelam yang ulung, perilaku yang semi akuatik, hidup disaluran air bawah tanah, sungai dan areal lain yang basah.

Recent Posts

See All