5. TIKUS

Suku Tikus-tikusan atau Muridae adalah salah satu famili hewan pengerat dari ordo Rodentia. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus) yang ditemukan hampir di semua negara dan merupakan suatu organisme model yang penting dalam biologi; juga merupakan hewan peliharaan yang populer.

Habitat dan Penyebarannya

       Tikus ditemukan hampir diseluruh belahan dunia, meskipun banyak subfamili hanya bisa ditemukan di daerah tertentu. Tikus tidak ditemukan di Antartika atau pada banyak pulau yang terletak di tengah samudera. Meskipun tidak satupun dari mereka berasal dari Amerika, beberapa spesies, terutama tikus rumah dan tikus hitam, telah tersebar ke seluruh dunia. Tikus menempati berbagai ekosistem dari hutan tropis hingga tundra. Terdapat pula spesies yang hidup sepenuhnya di dalam tanah (fossorial), di atas pepohonan (arboreal), dan semiakuatik, tetapi sebagian besar merupakan hewan terestrial (hidup di atas tanah)

Makanan dan Susunan Gigi

       Berbagai kebiasaan makan ditemukan pada tikus, mulai dari spesies herbivora dan omnivora hingga spesies yang hanya mengkonsumsi cacing tanah, spesies jamur, atau serangga air tertentu. Kebanyakan genera mengkonsumsi bahan tumbuhan dan invertebrata kecil, tikus yang hidup di daerah subtropis sering menyimpan benih dan bahan tanaman lainnya untuk konsumsi musim dingin. Tikus memiliki mulut yang mengandung sciurognathous dan diastema. Tikus tidak memiliki gigi taring dan gigi premolar. Tikus biasanya memiliki tiga geraham (meski terkadang ditemukan pula yang hanya memiliki satu atau dua geraham), dan sifat geraham bervariasi menurut genus dan kebiasaan makan.

Reproduksi

          Beberapa spesies tikus merupakan hewan yang sangat sosial, namun ada pula yang soliter. Betina biasanya beranak beberapa kali setiap tahunnya. Di daerah yang hangat, perkawinan mungkin terjadi sepanjang tahun. Meskipun rata-rata usia hidup dari kebanyakan genera pada umumnya kurang dari dua tahun, tikus memiliki potensi reproduksi tinggi dan populasinya cenderung meningkat dengan cepat dan kemudian menurun secara drastis ketika sumber makanan telah habis. Ini sering terlihat dalam siklus tiga sampai empat tahun.

Jenis Tikus

  • Mencit

Mencit (Mus musculus) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang berukuran kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta bersarang di sudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia terbanyak kedua di dunia, setelah manusia. Mencit sangat mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibuat manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit daripada yang tinggal di perkotaan. Mencit percobaan (laboratorium) dikembangkan dari mencit, melalui proses seleksi. Sekarang mencit juga dikembangkan sebagai hewan peliharaan.

  • Tikus Rumah

Tikus rumah (Rattus rattus) adalah hewan pengerat biasa yang mudah dijumpai di rumah-rumah dengan ekor yang panjang dan pandai memanjat serta melompat. Hewan ini termasuk dalam subsuku Murinae dan berasal dari Asia. Namun, ia lalu menyebar ke Eropa melalui perdagangan sejak awal penanggalan modern dan betul-betul menyebar pada abad ke-6. Selanjutnya ia menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tikus rumah pada masa kini cenderung tersebar di daerah yang lebih hangat karena di daerah dingin kalah bersaing dengan tikus got.

Tidak seperti saingannya, tikus got, tikus rumah adalah perenang yang buruk dan bangkainya sering ditemukan di sumur-sumur. Namun, ia lebih gesit dan pemanjat ulung, bahkan berani "terbang". Warnanya biasanya hitam atau coklat terang, meskipun sekarang ada yang dibiakkan dengan warna putih atau loreng. Ukurannya biasanya 15–20 cm dengan ekor ± 20 cm. Hewan ini nokturnal dan pemakan segala, tetapi menyukai bulir-bulir. Betinanya mampu beranak kapan saja, dengan anak 3-10 ekor/kelahiran. Umurnya mencapai 2-3 tahun dan menyukai hidup berkelompok.

  • Tikus Got

Tikus Norway juga dikenal dengan nama tikus besar, tikus got, atau tikus coklat. Golongan tikus ini mempunyai ukuran yang paling besar yaitu dengan berat sekitar 330 gram dan sangat kuat. Hidungnya pesek, selain berwarna coklat dapat ditemui pula yang berwarna hitam, suka membuat liang serta dapat menyerang biji-bijian di lapangan maupun di lumbung. Tanda-tanda tikus jenis ini adalah bagian punggung gelap, perutnya putih atau coklat muda, perutnya lebih pendek dari pada badannya, dan kumisnya tumpul. Tikus norway aslinya berasal dari Asia Tengah di daerah utara laut Kaspia bekas daerah Rusia, namun sekarang telah menyebar di seluruh dunia.

Tikus ini sangat teradaptasi dengan baik pada kondisi kering, tidak ada naungan, daerah rerumputan dan gersang. Tikus ini mudah dibedakan dari jenis lainnya selain oleh ukuran yang relatif besar juga memiliki telinga yang kecil dan ekor yang pendek. Bagian tubuh bawah biasanya lebih terang terutama pada pangkal dan kakinya berwarna putih. Pada beberapa negara di Asia Tenggara, tikus ini ditemukan hanya di kota-kota pelabuhan, tetapi di negara Philipina, tikus ini telah ditemukan di daerah sawah yang terletak jauh dari pantai.

Tikus ini merupakan tikus yang tidak pandai memanjat. Biasanya tinggal di Basement, di dalam ataupun di luar bangunan, di bawah lantai, peralatan, tempat sampah, dan kadang membuat liang ke dalam tanah. Makanan yang disenangi yaitu yang jorok/sampah, daging, dan makanan busuk. Kemampuan mengeratnya yaitu sampai dapat mengerat logam.

  • Celurut

Celurut adalah hewan pemakan serangga bertubuh kecil yang berpenampilan mirip mencit/tikus kecil dan tergolong dalam famili Soricidae. Salah satu anggotanya adalah celurut rumah (Suncus murinus L.) yang biasa dijumpai berlari di sudut dinding mencari mangsa. Hewan ini kerap kali dianggap sebagai tikus karena ukuran, warna rambut, serta moncongnya, sehingga dinamakan pula tikus kesturi. Sebutan lainnya adalah cecurut, (tikus) curut, cencurut, dan munggis. Pada kenyataannya, celurut sangat jauh kekerabatannya dari tikus, bahkan berbeda ordo; celurut termasuk ordo Soricomorpha, bukan Rodentia (hewan pengerat). Karena habitat hidupnya yang tumpang tindih dengan tikus, celurut juga menjadi hewan vektor penyakit yang serupa dengan tikus dan mencit.