4. NYAMUK

         

 

 

 

 

 

 

 

 

           Nyamuk adalah hewan serangga yang termasuk dalam ordo Diptera (lalat), dan tergolong dalam famili Culicidae; genus yang berada dalam kelompok ini mencakup AnophelesCulexPsorophoraOchlerotatusAedesSabethesWyeomyiaCuliseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm. Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata mosquito bermula sejak tahun 1583. Di Britania Raya, nyamuk juga dikenal sebagai gnats. Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi) untuk mengisap darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu mengisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk mengisap darah. Agak rumit nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah mengisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.

Reproduksi

        Nyamuk mengalami empat tahap dalam siklus hidup: telur, larva, pupa, dan dewasa. Tempo tiga peringkat pertama bergantung kepada spesies - dan suhu. Hanya nyamuk betina saja yang menyedot darah mangsanya. Dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan makan. Sebab, pada kenyataanya, baik jantan maupun betina makan cairan nektar bunga. Sebab nyamuk betina memberi nutrisi pada telurnya. Telur-telur nyamuk membutuhkan protein yang terdapat dalam darah untuk berkembang.

       Fase perkembangan nyamuk dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa sangat menakjubkan. Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembap atau kolam yang kering. Pemilihan tempat ini dilakukan oleh induk nyamuk dengan menggunakan reseptor yang ada di bawah perutnya. Reseptor ini berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembapan. Setelah tempat ditemukan, induk nyamuk mulai mengerami telurnya. Telur-telur itu panjangnya kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris, baik dalam kelompok maupun satu persatu. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya saling berdekatan membentuk suatu rakit yang bisa terdiri dari 300 telur.

          Selesai itu, telur berada pada masa periode inkubasi (pengeraman). Pada periode ini, inkubasi sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya semua dalam waktu yang hampir sama. Anak Nyamuk atau ENCU Sampai siklus pertumbuhan ini selesai secara keseluruhan. Larva nyamuk akan berubah kulitnya sebanyak 2 kali. Selesai berganti kulit, nyamuk berada pada fase transisi. Fase ini dinamakan "fase pupa". Pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap kebocoran pupa. Agar tetap bertahan, sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kalinya, 2 pipa nyamuk muncul ke atas air. pipa itu digunakan untuk alat pernapasan.

         Nyamuk dalam kepompong pupa yang cukup dewasa dan siap terbang dengan semua organnya seperti antena, belalai, kaki, dada, sayap, perut, dan mata besar yang menutupi sebagian besar kepalanya. lalu kepompong pupa disobek di atas. Tingkat ketika nyamuk yang telah lengkap muncul ini adalah tingkat yang paling membahayakan.

         Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinya yang menyentuh permukaan air. Kecepatan ini sangatlah penting, meskipun angin tipis dapat menyebabkan kematiannya. Akhirnya, nyamuk tinggal landas untuk penerbangan perdananya setelah istirahat sekitar setengah jam. Culex tarsalis bisa menyelesaikan siklus hidupnya dalam tempo 14 hari pada 20 °C dan hanya sepuluh hari pada suhu 25 °C. Sebagian spesies mempunyai siklus hidup sependek empat hari atau hingga satu bulan. Larva nyamuk dikenal sebagai jentik dan didapati di sembarang bekas berisi air. Jentik bernafas melalui saluran udara yang terdapat pada ujung ekor. Pupa biasanya seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis yang terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik memakan mikroorganisme, tetapi beberapa jentik adalah pemangsa bagi jentik spesies lain. Sebagian larva nyamuk seperti Wyeomia hidup dalam keadaan luar biasa. Jentik-jentik spesies ini hidup dalam air tergenang dalam tumbuhan epifit atau di dalam air tergenang dalam pohon periuk kera. Jentik-jentik spesies genus Deinocerites hidup di dalam sarang ketam sepanjang pesisir pantai.

Penyakit akibat gigitan nyamuk:

  • Demam Berdarah

Salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk adalah penyakit demam berdarah. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aighypti yang tinggal dan berkembang biak di genangan air bersih. Penderita demam berdarah biasanya memiliki ciri-ciri seperti demam tinggi disertai sakit kepala yang sangat luar biasa, mual dan lemas. Demam berdarah yang sudah parah dapat menyebabkan pendarahan pada hidung maupun gusi, kadang disertai dengan ruam di sekitar kulit penderita demam berdarah, dan yang paling buruknya dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera diobati.

  • Malaria

Hampir serupa dengan penyakit demam berdarah, penyakit Malaria juga disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun jenis nyamuk yang membawa penyakit ini adalah nyamuk Anopheles betina. Penyakit Malaria sebenarnya disebabkan oleh parasit (Plasmodium) yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Dua jenis parasit yang umum di Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Di indonesia, penyakit Malaria sering muncul di daerah Indonesia Timur  (Papua, Maluku, Nusa Tenggara), namun tidak menutup kemungkinan daerah lain juga terdapat penyebaran penyakit ini.

Penyakit Malaria memiliki ciri yang hampir sama dengan penyakit demam berdarah. Gejala awal seperti demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan muntah. Penyakit Malaria dapat membuat ketahanan tubuh menurun secara drastis dalam waktu yang singkat sehingga juga bisa menimbulkan berbagai macam komplikasi yang berat, sehingga harus secepat mungkin untuk di obati.

  • Demam Kuning

Demam Kuning atau Yellow Fever sebenarnya kurang dikenal di wilayah Indonesia, karena penyakit ini sebagian besar penyebarannya berada di wilayah Afrika dan Amerika Selatan. Virus pada penyakit ini biasanya di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes atau Haemagogus. Penyakit ini bisa menjadi salah satu penyakit berbahaya yang serius karena dapat menimbulkan pendarahan di dalam tubuh, muntah darah, peradangan hati serta kerusakan multi organ sehingga dapat berakibat fatal yang dapat menyebabkan kematian.

Gejala awal penyakit ini adalah adanya demam, menggigil, kepala parah, nyeri pada tubuh, mual, muntah  kelelahan, dan kelemahan. Jika tidak segera ditangani maka penyakit akan memasuki fase berikutnya yang membuatnya semakin parah. Fase selanjutnya akan timbul kerusakan pada organ hati/liver yang dapat membuat warna mata dan kulit menjadi kuning (oleh karena itu disebut demam kuning), jika tidak segera ditangani maka akan terjadi kematian pada penderita.

  • Virus Zika

Penyakit yang disebbakan oleh virus ini merupakan penyakit yang sedang banyak dibicarakan beberapa tahun yang lalu, yang sempat membuat pandemi di wilayah Amerika Latin dan Karibia. Virus ini sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 1953 di Nigeria, namun pada saat ini belum separah beberapa tahun lalu. Virus Zika disebarkan melalui gigtan nyamuk Aedes, namun bukan hanya melalui gigitan nyamuk, virus ini juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan ibu hamil ke janinnya.

Banyak penderita yang tidak sadar jika dirinya tertular oleh penyakit ini, karena gejala yang mirip dengan gejala flu ringan. Gejalanya  termasuk demam, ruam, nyeri otot, dan merah, mata gatal. Virus ini bisa disebut sebagai virus yang berbahaya karena virus ini dapat menyebabkan penyakit Guillain-Barre dan Microcephaly. Penyakit Guillain-Barre dapat menyebabkan gangguan saraf yang dapat menyebabkan kelemahan dan kelumpuhan saraf. Sedangkan Microcephaly dapat menyebabkan kepala bayi kecil dan tidak berkembang sempurna, sehingga bayi mengalami keterlambtan berkembangan dan intelektual. Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah Virus Zika.

  • Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah atau Filariasis sebenarnya disebabkan oleh cacing parasit seperti Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori yang banyak terdapat di daerah tropis. Larva cacing yang terdapat pada nyamuk kemudian ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini merupakan penyakit yang bisa bertahan selama bertahun-tahun, jika tidak segera diobati maka penyakit ini akan menyebabkan demam, radang dan pembengkakan kelenjar getah bening, hingga pembesaran tungkai, lengan, buah dada, dan buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas. Penyakit ini biasanya disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes, Anopheles, Culex, Mansonia, dan Armigeres. Penyakit ini dapat dicegah dengan obat anti-filaria.

  • Chikungunya

Karakteristik penyakit Chikungunya sebenarnya hampir sama dengan penyakit demam berdarah pada umumnya. Gejalanya seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, bintik-bintik atau ruam pada kulit, nyeri tubuh yang teramat sangat. Meskipun hampir sama namun ada yang membedakan penyakit Chikungunya dengan penyakit demam berdarah, penderita penyakit Chikungunya umumnya mengalami nyeri yang amat sangat sehingga dapat menyebabkan penderita tidak dapat bergerak secara leluasa. Penyakit ini biasanya ditularkan oleh nyamuk Aedes yang membawa virus penyakit Chikungunya dan menularkannya melalui gigitannya.

  • Virus West Nile

Virus ini ditemukan di seluruh Amerika Serikat. Lebih dari 80 persen penderita yang terinfeksi tidak memiliki atau memiliki sedikit gejala. Gejala yang terlihat pada penderita penyakit ini hanya seperti flu biasa, demam, sakit kepala, sakit tubuh. Penyakit ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, namun bagi beberapa orang yang kurang beruntung, Virus West Nile dapat mengancam jiwa, karena virus ini dapat menyebabkan encephalitis (peradangan otak) dan meningitis. Virus ini biasanya ditularkan oleh gigitan nyamuk Culex terutama Culex tritaeniorhynchus

      Itu tadi 7 penyakit yang disebabkan atau ditularkan melalui gigitan nyamuk. Untuk itu jangan anggap remeh masalah nyamuk yang ada disekitar kita. Jaga kebersihan tempat tinggal kita. Jangan biarkan sudut ruangan yang gelap dan lembab karena akan menjadi sarang nyamuk. Jaga kesehatan mulai dari keluarga kita, cegah sebelum keluarga kita menjadi korban penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk.